PALU — Persiapan pembentukan empat pengurus cabang (PC) JMSI di Sulawesi Tengah sudah berjalan sekitar 70 persen. Sekretaris JMSI Sulteng, Mahful Haruna, menyebut koordinasi dengan pemerintah daerah di masing-masing kabupaten tengah dilakukan untuk memastikan kesiapan pelantikan.
Koordinasi itu penting agar pelantikan bisa langsung digelar begitu Surat Keputusan (SK) kepengurusan PC diterbitkan. Menurut Mahful, pembentukan PC menjadi salah satu agenda terdekat organisasi.
Keempat daerah yang dinilai siap membentuk kepengurusan cabang adalah Kabupaten Sigi, Tojo Una-Una (Touna), Morowali Utara (Morut), dan Banggai. JMSI Sulteng menargetkan seluruh prosesnya rampung pada November 2026.
"Persiapan pembentukan empat PC ini sudah sekitar 70 persen. Kami menargetkan seluruh prosesnya dapat diselesaikan pada November 2026," kata Mahful.
Dengan terbentuknya PC di sejumlah kabupaten, JMSI Sulteng berharap jaringan organisasi semakin luas. Peran perusahaan media siber dalam menjaga kualitas informasi di daerah juga diharapkan ikut menguat.
Program prioritas lain yang disepakati dalam raker adalah sosialisasi hukum pers. Kegiatan ini menyasar insan pers serta pejabat pemerintah di daerah, dan direncanakan bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah.
Sosialisasi tersebut diarahkan memberi pemahaman lebih baik soal regulasi, etika, dan aspek hukum dalam pelaksanaan tugas jurnalistik. Menurut Mahful, pemahaman hukum pers tidak hanya penting bagi wartawan dan perusahaan media.
"Ini penting agar semua pihak memahami batasan, hak dan kewajiban masing-masing dalam menjalankan maupun menyikapi kegiatan jurnalistik," ujarnya.
JMSI Sulteng juga menyiapkan pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa dan siswa SMA di Kota Palu. Materi pelatihan mencakup cara mencari dan memverifikasi informasi, wawancara, menulis berita, hingga memahami proses produksi sebuah produk jurnalistik.
Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi media di kalangan generasi muda. Mahasiswa dan pelajar diharapkan mampu membedakan produk jurnalistik dengan informasi yang tidak terverifikasi atau hoaks.
"Generasi muda perlu memahami bagaimana sebuah informasi diproduksi dan diverifikasi. Dengan begitu, mereka tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya," kata Mahful.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia, JMSI Sulteng akan mendorong peningkatan kapasitas pengurus dan insan media dalam penguasaan teknologi serta digitalisasi. Langkah ini mengikuti perkembangan industri media yang bergerak cepat, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam produksi, distribusi, dan pengelolaan konten media siber.
Raker juga menetapkan kegiatan sosial kemasyarakatan melalui program JMSI Peduli. Program ini menyasar masyarakat kalangan bawah, terutama mereka yang membutuhkan dukungan sosial, dan dapat dikembangkan dalam bentuk bantuan sosial, kegiatan kemanusiaan, maupun aksi sosial lain sesuai kebutuhan warga.
Mahful menegaskan seluruh program yang disepakati dalam raker menjadi bagian dari upaya JMSI Sulteng memperkuat organisasi sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
"JMSI tidak hanya berbicara tentang organisasi dan perusahaan media, tetapi juga bagaimana keberadaan JMSI dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pers, literasi masyarakat dan kehidupan sosial di Sulawesi Tengah," pungkasnya.