Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah mencatat volume bongkar muat barang angkutan laut dalam negeri di Sulteng mencapai 109,18 ribu ton pada Agustus 2026. Angka itu naik 67,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 65,25 ribu ton. Lonjakan terbesar terjadi di Pelabuhan Pantoloan yang mencatat kenaikan bongkar barang hingga 545,64 persen.
PALU — Kepala BPS Sulteng Daryanto menyampaikan capaian tersebut di Palu, Sabtu. Total aktivitas barang angkutan laut itu terdiri atas volume bongkar barang 80,56 ribu ton dan volume muat barang 28,62 ribu ton.
Dibanding bulan sebelumnya, volume bongkar barang pada Agustus 2026 tumbuh 14,67 persen dari 70,25 ribu ton pada Juli 2026. Kenaikan ini ditopang oleh lonjakan bongkar barang di Pelabuhan Pantoloan.
"Tentunya lonjakan terbesar terjadi di Pelabuhan Pantoloan yang mencatatkan kenaikan bongkar barang hingga 545,64 persen, dari 1,65 ribu ton menjadi 10,65 ribu ton," ucap Daryanto.
Meski begitu, Pelabuhan Kawasan Donggala masih menjadi penyumbang terbesar untuk aktivitas bongkar maupun muat barang di Sulawesi Tengah. Kawasan Donggala melayani bongkar barang sebanyak 55,45 ribu ton dan muat barang sebanyak 24,63 ribu ton pada Agustus 2026.
Secara kumulatif, arus bongkar muat barang angkutan laut di Sulteng dari Januari hingga Agustus 2026 tumbuh positif sebesar 48,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
"Secara keseluruhan dari Januari hingga Agustus 2026, arus bongkar muat barang angkutan laut di Sulteng tumbuh positif sebesar 48,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025," sebut Daryanto.
Pertumbuhan itu menegaskan peran pelabuhan di Sulteng sebagai simpul distribusi barang antarpulau. Aktivitas bongkar muat menjadi indikator awal pergerakan pasokan kebutuhan pokok dan komoditas antarwilayah.
Daryanto juga menjelaskan pergerakan penumpang angkutan laut di Sulawesi Tengah pada Agustus 2026 mencapai 19,23 ribu orang. "Angka tersebut naik 11,97 persen dibandingkan Juli 2026 yang sebanyak 17,17 ribu orang, serta melonjak 46,38 persen secara tahunan," kata dia.
Kenaikan jumlah penumpang sejalan dengan bertambahnya aktivitas di pelabuhan-pelabuhan utama Sulteng. Data ini menjadi acuan BPS dalam memetakan mobilitas warga antarpulau di wilayah tersebut.