PARIGI — Kennan Atallah Rizky, putra pasangan Abdul Aziz dan Fitri Patiroi, menorehkan nilai 92 dari nilai maksimal 100 dalam ORBEST 2026. Penentuan peringkat dilakukan berdasarkan perolehan nilai terbaik dan waktu pengerjaan tercepat. Keputusan panitia atas hasil perlombaan dinyatakan final sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Keberhasilan itu bukan capaian pertama bagi Kennan. Pada seleksi tingkat Kabupaten Parigi Moutong, siswa kelas V tersebut juga menduduki peringkat I sehingga berhak mewakili daerahnya ke tingkat provinsi.
SD Negeri Toboli berada di Kecamatan Parigi Utara, salah satu wilayah pesisir Kabupaten Parigi Moutong. Kennan harus bersaing dengan peserta dari 12 kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah dalam lomba yang digelar secara daring.
Pengumuman hasil disampaikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah lewat akun Instagram cbp_rupiah_qris_sulteng. Informasi yang sama juga beredar melalui grup WhatsApp CBP Rupiah se-Sulawesi Tengah pada tanggal yang sama.
Para peserta yang meraih peringkat terbaik mendapatkan apresiasi sesuai posisi masing-masing. Namun bahan tidak menyebutkan bentuk atau nilai apresiasi tersebut.
Kepala SD Negeri Toboli, Vivin Elfitriyah, Hs, S.Pd., M.Pd., mengaku sangat bangga atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, kemenangan Kennan bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama sekolah, Kecamatan Parigi Utara, hingga Kabupaten Parigi Moutong ke tingkat provinsi.
Vivin menyatakan bahwa kemenangan Kennan bukan hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya secara pribadi, tetapi juga membawa nama sekolah, Kecamatan Parigi Utara hingga Kabupaten Parigi Moutong ke tingkat provinsi.
Capaian Kennan menunjukkan bahwa potensi siswa di daerah dapat bersaing ketika memperoleh ruang, pendampingan, dan kesempatan untuk berkembang. Hal itu menjadi catatan tersendiri bagi sekolah-sekolah di wilayah pesisir yang selama ini jarang tampil di kompetisi tingkat provinsi.
ORBEST merupakan olimpiade yang digelar Bank Indonesia untuk mengenalkan Rupiah kepada pelajar. Kompetisi tahun 2026 ini diikuti peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah melalui tahapan seleksi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.