PALU — Pelaksana Tugas Kepala Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu Fadly menyebut bantuan wirausaha pemula tahun 2026 menyasar 200 orang dengan nilai Rp 5 juta per penerima. Penerima akan dibekali pelatihan agar lebih produktif menjalankan usaha. Menurut Fadly, program ini menyasar kalangan muda sebagai upaya menekan angka pengangguran di ibu kota Sulawesi Tengah.
"Sebagian besar kita fokuskan ke mahasiswa, cuma tetap akan ada menjangkau ke umum, kemudian ada juga disabilitas," kata Fadly di Palu, Rabu.
Fadly menjelaskan, penerima bantuan tidak terbatas pada mahasiswa. Masyarakat umum dan penyandang disabilitas tetap masuk dalam sasaran program. Komposisi ini melanjutkan pola tahun sebelumnya.
Sepanjang 2025, program wirausaha pemula telah berjalan dengan 141 penerima. Delapan di antaranya merupakan penyandang disabilitas.
Pemberian modal dan pelatihan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan penerima dari usaha yang mereka jalankan.
Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu akan menggandeng pihak kejaksaan dalam memberikan edukasi kepada penerima. Materi edukasi menyangkut penggunaan bantuan secara bertanggung jawab.
Langkah itu ditempuh agar dana wirausaha pemula tidak salah sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan penerimanya.
Selain wirausaha pemula, Pemkot Palu menyiapkan bantuan modal usaha Rp 2 juta bagi sekitar 900 pelaku UMKM. Bantuan ini ditujukan mendukung pengembangan usaha dan kemandirian ekonomi masyarakat di daerah itu.
Dua skema bantuan tersebut berjalan berdampingan, dengan sasaran berbeda: wirausaha pemula untuk usaha yang baru dirintis, dan modal usaha untuk pelaku UMKM yang sudah berjalan.
Fadly berharap bantuan yang diberikan dimanfaatkan penerima untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Dengan begitu, produktivitas dan pendapatan mereka ikut naik.
"Kalau usahanya berkembang, kebutuhan tenaga kerja juga bisa bertambah," ujarnya.
Menurut Fadly, perkembangan usaha penerima diharapkan membuka kesempatan kerja baru. Hal itu dinilai turut berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran di Kota Palu.
Ia juga mengharapkan bantuan tersebut menjadi pemicu bagi penerima agar mengembangkan usaha secara mandiri.