Vanja Bukilic Siapkan Strategi Gangguan untuk Redam Megawati di Liga Voli Korea

Penulis: Budi Santoso  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48:31 WIB
Pemain Red Sparks, Vanja Bukilic, menyusun strategi khusus untuk menghadapi Megawati Hangestri Pertiwi di Liga Voli Korea 2026/2027.

SULAWESI TENGAH — Vanja Bukilic mengaku sudah menyusun cara khusus menghadapi Megawati Hangestri Pertiwi jelang bergulirnya Liga Voli Korea Selatan 2026/2027. Keduanya kini berada di kubu berbeda setelah dua musim sebelumnya sama-sama membela Red Sparks.

Pemain asal Serbia itu tidak menampik bahwa pertemuan melawan Megawati akan menjadi salah satu laga yang paling ia tunggu. Bukilic kini memperkuat Red Sparks, sementara Megawati telah resmi berseragam Hyundai Hillstate untuk musim depan.

Keduanya sempat menjadi tandem saat memperkuat Red Sparks pada musim 2024/2025. Kebersamaan itu berakhir setelah Megawati memutuskan pindah klub, meninggalkan Bukilic yang bertahan di Daejeon.

Strategi Bukilic: Gangguan Konsentrasi Jadi Kunci

Bukilic menyebut dirinya dan Megawati sudah saling memahami karakter permainan masing-masing. Bekal itu yang kemudian ia jadikan dasar untuk menyusun pendekatan di lapangan nanti.

"Mega dan saya sudah sama-sama tahu satu sama lain. Kalau saya bisa mengganggu konsentrasinya, kami akan memiliki kemungkinan memenangi pertandingan," kata Bukilic sembari tertawa.

Pernyataan itu disampaikan dengan nada ringan, namun tetap menunjukkan keseriusan Bukilic dalam menghadapi mantan rekannya. Ia sadar Megawati bukan pemain yang mudah dibaca pergerakannya.

Jejak Runner-up Red Sparks Bersama Megawati

Saat Bukilic dan Megawati masih satu tim, Red Sparks berhasil menembus posisi runner-up Liga Voli Korea. Pencapaian itu tercatat sebagai hasil terbaik klub setelah terakhir kali juara pada musim 2011/2012.

Kesuksesan tersebut membuat keduanya meninggalkan jejak tersendiri di Red Sparks. Kini, keduanya harus berpisah dan bersaing di lapangan dengan warna jersey yang berbeda.

Kondisi Red Sparks Dinilai Berbeda dari Dua Musim Lalu

Bukilic mengakui situasi Red Sparks saat ini tidak sama dengan ketika ia masih bermain bersama Megawati. Meski begitu, ia menilai semangat tim tetap terjaga.

"Ketika saya berbicara dengan para pemain, semua tampak optimistis, percaya bahwa satu-satunya jalan adalah naik ke atas. Sama seperti dua tahun lalu, kami adalah tim kuat. Para pemain juga berpikir begitu," terang Bukilic.

Optimisme itu menjadi modal Red Sparks untuk bersaing di musim baru. Terlebih, klub asal Daejeon tersebut kini dilatih kepala baru, Kwoon Soon Chan.

Bukilic Tak Terbebani Sosok Pelatih Baru

Bergantinya kursi pelatih tidak menjadi persoalan berarti bagi Bukilic. Ia memilih fokus pada tugas utamanya sebagai pemain voli profesional.

"Saya belum mengenalnya dengan baik, tetapi terlepas dari siapa pun pelatihnya, seorang pemain voli hanya perlu fokus pada voli. Saya tidak memikirkan hal lain selain melakukan pekerjaan saya dengan baik dan menghasilkan hasil yang baik," ujar Bukilic mengenai pelatih kepala baru Red Sparks, Kwoon Soon Chan.

Duel Megawati melawan Bukilic dipastikan menjadi salah satu laga yang dinanti penggemar voli Indonesia. Keduanya akan bertemu sebagai lawan untuk pertama kalinya setelah sebelumnya sempat bahu-membahu membawa Red Sparks ke final.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top