Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mencatat 207.000 warga telah menerima tanggungan pembiayaan kesehatan melalui program BERANI Sehat sejak diluncurkan pada 2025. Program prioritas bidang kesehatan itu dibiayai APBD provinsi senilai Rp121 miliar untuk periode anggaran 2025 hingga 2026 dan menyasar warga di 12 kabupaten serta satu kota.
PALU — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido menyampaikan capaian program BERANI Sehat dalam keterangan di Palu. Ia menyebut cakupan pembiayaan kesehatan itu sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.
Program BERANI Sehat dirancang memperluas cakupan pembiayaan kesehatan warga di 12 kabupaten dan satu kota di Sulawesi Tengah. Dalam kurun setahun, program itu menjangkau ratusan ribu orang.
Anggaran Rp121 Miliar dari APBD Provinsi
Penyelenggaraan program prioritas Pemprov Sulteng di bidang kesehatan itu sepenuhnya dibiayai daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah senilai Rp121 miliar pada periode anggaran 2025 hingga 2026.
"Pembiayaan program dilakukan melalui skema penanggungan bersama pemerintah kabupaten/kota, sedangkan anggaran khusus BERANI Sehat bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah," ujar Reny.
Skema penanggungan bersama itu melibatkan pemerintah kabupaten dan kota di wilayah tersebut. Anggaran khusus program tetap berasal dari kas provinsi.
Menanggung Warga Tanpa BPJS dan Tunggakan Iuran
BERANI Sehat menjadi solusi kendala finansial dalam urusan berobat bagi warga yang belum terdaftar BPJS Kesehatan maupun mereka yang memiliki tunggakan iuran. Tanggungan mencakup biaya perawatan, obat-obatan, hingga penanganan medis tambahan yang dibutuhkan.
Program itu juga disebut sebagai upaya pemda meningkatkan cakupan layanan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage.
Evaluasi Bulanan dan Rekonsiliasi Data Penerima Manfaat
Pemprov Sulteng bersama BPJS Kesehatan memantau pelayanan kepada penerima manfaat melalui sistem pelayanan BPJS Kesehatan dan kanal sistem elektronik kesehatan terintegrasi (Sehati).
Evaluasi penggunaan anggaran dilakukan secara berkala untuk memastikan pembiayaan tepat sasaran. "Evaluasi dilakukan berkala termasuk rekonsiliasi data bulanan. Contohnya jika ada pasien yang meninggal dunia atau berpindah domisili, datanya langsung diperbarui supaya pembiayaan tepat sasaran," tutur Reny.
Rekonsiliasi data bulanan menyasar penerima manfaat yang memenuhi ketentuan. Pembaruan data mencakup pasien yang meninggal dunia atau berpindah domisili.
Harapan Manfaat Berkelanjutan di 13 Daerah
Pemprov berharap BERANI Sehat memberikan manfaat dan kesejahteraan di sektor kesehatan secara adil, merata, dan berkelanjutan. Cakupan program meliputi seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.