PT PLN (Persero) UP3 Palu bersama BPBD Kabupaten Sigi menggelar sosialisasi kesiapsiagaan bencana berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Sidera, Sulawesi Tengah. Kegiatan yang menjadi rangkaian TJSL Desa Siaga Bencana PLN Suluttenggo 2026 itu menyasar warga agar mampu mengenali potensi bahaya, memahami sistem peringatan dini, hingga menyiapkan jalur evakuasi secara mandiri. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menegaskan kesiapsiagaan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
SIGI — Manajer PLN UP3 Palu Ansar menyatakan program desa siaga bencana merupakan wujud komitmen berkelanjutan PLN di luar penyediaan listrik yang andal. Menurut dia, keberlanjutan bukan hanya soal menjaga keandalan listrik, tetapi juga memperkuat ketangguhan sosial masyarakat.
Materi yang diberikan dalam sosialisasi mencakup ilmu bumi dan sistem peringatan dini, keluarga tangguh bencana, desa tangguh bencana, serta kepemimpinan perempuan dan ketangguhan masyarakat yang responsif dan inklusif.
Mengapa Warga Desa Sidera Jadi Sasaran Program
PLN berharap warga Desa Sidera khususnya bisa menerapkan ilmu mitigasi secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengenali potensi bahaya, memahami sistem peringatan dini, hingga menyiapkan jalur evakuasi.
"Tentunya program desa siaga bencana merupakan wujud komitmen berkelanjutan PLN di luar penyediaan listrik yang andal, sehingga kami ingin mendorong masyarakat agar semakin siap dan mandiri," kata Ansar di Sigi, Jumat.
Ia menuturkan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kepedulian melalui aksi nyata. Tujuannya agar masyarakat semakin tangguh, inklusif, dan siap menghadapi berbagai risiko bencana.
Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Warga di Akar Rumput
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menilai masyarakat dan keluarga harus menjadi bagian utama dalam mitigasi bencana. Kesiapsiagaan, katanya, merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
"Kesiapsiagaan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi dan gotong royong seperti ini sejalan dengan semangat Pancasila, khususnya dalam membangun kepedulian dan kebersamaan di tingkat akar rumput," kata Rizal.
Rizal mengajak seluruh warga turut menjaga lingkungan dan infrastruktur kelistrikan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko. Menurut dia, pembangunan desa tangguh bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
"Pembangunan desa tangguh bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, dibutuhkan gotong royong dan kolaborasi semua pihak untuk mewujudkan desa yang tangguh, berdaya, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan," ujarnya.
Rangkaian TJSL Desa Siaga Bencana PLN Suluttenggo 2026
Kegiatan di Desa Sidera merupakan bagian dari rangkaian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Siaga Bencana PLN Suluttenggo 2026. Program ini menyasar pemberdayaan masyarakat di daerah rawan bencana, dengan penekanan pada kemandirian warga dalam menghadapi risiko.
Sinergi antara PLN UP3 Palu dan BPBD Kabupaten Sigi menempatkan edukasi sebagai langkah awal. Warga diharapkan tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masing-masing.