MOROWALI UTARA — Kepala Desa Lembontonara, Mohammad Sobirin, bersama sejumlah unsur kelembagaan desa tampil dalam sesi wawancara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Regional. Sesi daring berlangsung mulai pukul 13.00 WITA, menghadirkan lima juri dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Bappenas, serta dua juri dari kalangan ahli dan akademisi.
Sepuluh pertanyaan diajukan juri dalam sesi tersebut. Materi penilaian mencakup penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi dan capaian yang sudah dijalankan Desa Lembontonara.
Apa Saja yang Dinilai Juri dari Kementerian
Komposisi juri lintas lembaga nasional membuat tahapan wawancara menjadi penilaian menyeluruh. Desa Lembontonara dituntut menunjukkan kualitas tata kelola dan potensi desa di hadapan tim penilai regional.
Unsur kelembagaan desa turut hadir mendampingi kepala desa. Kehadiran mereka memperkuat paparan soal pelaksanaan program di tingkat kampung, mulai dari pemerintahan hingga pemberdayaan warga.
Kades Lembontonara Sebut Wawancara Berjalan Lancar
Mohammad Sobirin menyampaikan hasil sesi wawancara yang ia jalani bersama tim desa. Ia menyebut seluruh pertanyaan juri terjawab dan berharap hasil terbaik untuk desanya.
"Tadi kami di wawancara ada 5 juri, kemudian ada 10 pertanyaan yang disampaikan oleh juri dari Kementerian Dalam Negeri, kementerian keuangan dan Bapenas, dan ada dua juri lainnya. Alhamdulillah berjalan lancar. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik, sebagai wakil Sulteng di tingkat regional," ujar Kades Lembontonara.
Closing Statement Kepala Dinas PMD Morut di Akhir Penilaian
Rangkaian wawancara ditutup dengan closing statement dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Morowali Utara, Drs. Andi Parenrengi. Closing statement menjadi bagian dari penilaian regional yang diikuti Desa Lembontonara.
Keikutsertaan Desa Lembontonara membawa nama Kecamatan Mori Utara dan Kabupaten Morowali Utara ke kompetisi desa tingkat regional. Tahapan ini juga menjadi ruang bagi desa di wilayah Morowali Utara untuk menunjukkan tata kelola pemerintahan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.