Pencarian

Fisikawan Belgia Francis Halzen Raih Nobel Fisika 2026 Berkat IceCube

Selasa, 06 Oktober 2026 • 20:21:31 WIB
Fisikawan Belgia Francis Halzen Raih Nobel Fisika 2026 Berkat IceCube
Fisikawan Belgia Francis Halzen meraih Hadiah Nobel Fisika 2026 atas pengembangan IceCube Neutrino Observatory.

SULAWESI TENGAH — Fisikawan Belgia Francis Halzen memenangkan Hadiah Nobel Fisika 2026 atas karyanya mengembangkan IceCube Neutrino Observatory di Antarktika. Royal Swedish Academy of Sciences di Stockholm, Swedia, menganugerahkan penghargaan itu pada Selasa (6/10) dengan hadiah 12 juta krona Swedia (Rp21,9 miliar). Pengakuan ini menandai babak baru astronomi neutrino yang selama puluhan tahun dianggap mustahil dikerjakan.

Halzen bukan nama asing di bidang fisika partikel. Ia peneliti dari Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat, yang sejak 1988 mengusulkan pembangunan detektor neutrino di Kutub Selatan. Usulannya waktu itu terdengar nekat karena belum ada fisikawan mapan yang mau bergabung.

Siapa Francis Halzen dan Apa Kontribusinya

Francis Halzen adalah fisikawan partikel asal Belgia yang berbasis di Universitas Wisconsin-Madison. Selama puluhan tahun ia memimpin tim riset dan insinyur internasional untuk membangun IceCube Neutrino Observatory, fasilitas deteksi partikel yang terkubur di dalam es Antarktika.

Mark Pearce, Ketua Komite Nobel untuk Fisika, menyebut kepemimpinan Halzen sebagai fondasi instrumen raksasa tersebut. "Francis Halzen telah memimpin tim penelitian dan insinyur internasional yang telah memberi kita instrumen yang fantastis. Ketekunan dan visi ilmiahnya telah membuka jalan bagi jenis astronomi baru," kata Pearce pada Selasa (6/10), dikutip The Guardian.

Cara IceCube Mendeteksi Neutrino

IceCube bekerja dengan menanamkan ribuan kilometer detektor cahaya seukuran bola basket ke dalam satu kilometer kubik es. Detektor ini menangkap kilatan cahaya redup yang muncul ketika neutrino dari luar angkasa menabrak inti atom.

Neutrino sendiri merupakan partikel bermassa paling melimpah di alam semesta. Setiap kali inti atom bergabung atau terpisah, neutrino tercipta. Setelah dihasilkan, partikel yang dijuluki "seperti hantu" ini hampir tidak pernah berinteraksi dengan materi lain, sehingga sangat sulit dideteksi.

Pemilihan Antarktika bukan tanpa alasan. Lokasinya jauh dari sumber gangguan dan risiko getaran akibat gempa bumi, kondisi yang ideal untuk menangkap sinyal neutrino yang sangat lemah.

Jejak Penemuan Sejak 2013

Observatorium ini mencatat deteksi pertama neutrino ekstraterestrial berenergi tinggi pada 2013. Setelah itu, para ilmuwan yang bekerja di sana berhasil mengidentifikasi sumber kosmik neutrino pertama yang berjarak 3,7 miliar tahun dari Bumi.

Penemuan tersebut membuka jalan bagi jenis astronomi baru. Para peneliti kini mempelajari kosmos tidak hanya dari cahaya dan radiasi elektromagnetik, tetapi juga dari gelombang gravitasi dan neutrino. Neutrino dianggap sebagai pembawa pesan dari kosmos yang memberi petunjuk baru tentang evolusi alam semesta.

Reaksi Halzen atas Penghargaan

Dalam konferensi pers usai pengumuman, Halzen menyampaikan harapannya agar penghargaan ini mencerminkan keberanian rekan-rekannya. "Saya harap ini mencerminkan keberanian orang-orang yang bergabung dengan saya di awal proyek ini, ketika tidak ada fisikawan konservatif yang benar-benar terhormat yang mau bergabung, tetapi banyak orang berbakat yang melakukannya," kata Halzen.

Rangkaian Nobel 2026

Pemenang Nobel dipilih oleh komite ahli yang ditunjuk lembaga penyelenggara. Rangkaian pengumuman dimulai dari bidang Fisiologi atau Kedokteran, dilanjutkan Nobel Fisika, Nobel Kimia, dan Nobel Sastra.

Bagi Halzen, penghargaan ini menutup perjalanan panjang sejak usulannya ditolak banyak kalangan pada 1988. Kini IceCube menjadi rujukan utama astronomi neutrino global, dan generasi peneliti berikutnya melanjutkan eksplorasi yang ia rintis dari es Antarktika.

Follow www.prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks