Pencarian

Pemkot Palu Klaim Palu Mapan Tetap Produktif di Tengah El Nino, Panen Tomat di Kawatuna Capai 7 Ton

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:02:02 WIB
Pemkot Palu Klaim Palu Mapan Tetap Produktif di Tengah El Nino, Panen Tomat di Kawatuna Capai 7 Ton
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin menyampaikan keterangan usai panen tomat di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore.

Pemkot Palu menyatakan program Palu Mandiri, Adaptif dan Stabilitas Pangan (Mapan) tetap berproduksi meski fenomena El Nino berlanjut. Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin menyampaikan hal itu usai panen tomat di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore. Panen di lahan 6 ribu meter persegi dengan 7 ribu pohon itu diproyeksikan menghasilkan 7 ton dalam lima kali panen.

PALU — Lahan seluas 6 ribu meter persegi di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, ditanami 7 ribu pohon tomat. Dari jumlah itu, setiap pohon diperkirakan menghasilkan maksimal 1 kilogram tomat pada kondisi cuaca panas ekstrem.

Dengan rata-rata 1 kilogram per pohon, produksi petani diproyeksikan mencapai 7 ton dalam lima kali panen. Siklus panen berlangsung setiap empat hingga lima hari sekali.

Panen Tomat Jadi Penopang Pasokan Dalam Daerah

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhiddin menegaskan hasil panen tomat menambah pasokan pangan di wilayah kota. Menurut dia, petani juga memperoleh keuntungan secara ekonomi dari komoditas tersebut.

"Meski sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan iklim El Nino namun petani masih bisa berproduksi dan kami yakin program ini bisa menjaga kondisi inflasi daerah," kata Imelda.

Ia menilai tantangan perubahan iklim tidak boleh membuat petani patah semangat. Pemanfaatan lahan tidur maupun pekarangan rumah disebutnya bisa menjaga kelangsungan kebutuhan pangan masyarakat.

Kelurahan Menanam Jangkau Lahan Pekarangan, Bukan Hanya Lahan Tidur

Program Palu Mapan diterjemahkan lewat sub program Kelurahan Menanam. Cakupannya tidak hanya lahan pertanian dan lahan tidur, tetapi juga pekarangan rumah untuk komoditas hortikultura.

"Program Palu Mapan, kemudian diterjemahkan dalam sup program Kelurahan Menanam sebetulnya bukan hanya menyasar lahan pertanian/lahan tidur, tetapi juga menyasar lahan pekarangan rumah untuk menanam komoditas hortikultura," tutur Imelda.

Konsep itu disebut memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pangan di pasar. Tujuan utama Palu Mapan sendiri adalah menjaga ketersediaan pasokan dan mengurangi ketergantungan dari suplai luar daerah.

Bawang Merah, Cabai, dan Tomat Jadi Penentu Inflasi Palu

Koordinator Kelurahan Menanam Dinas Pertanian dan Ketahanan Palu, Asrul, menyebut tanaman tomat melibatkan sembilan wilayah sebagai tematik. Kelurahan Kawatuna menjadi salah satunya.

Pemkot Palu mencatat tiga komoditas hortikultura — bawang merah, cabai, dan tomat — memberikan andil terhadap inflasi daerah. Produksi ketiganya dalam jumlah banyak diarahkan untuk mengendalikan dan menjaga stabilitas inflasi.

"Itu sebanyak pemerintah kota memproduksi komoditas bawang merah, cabai dan tomat dalam jumlah banyak, tujuannya untuk mengendalikan dan menjaga stabilitas inflasi," ucap Asrul.

Inflasi Palu Turun ke 2,61 Persen pada Agustus 2026

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Kota Palu pada semester I tahun 2026 atau bulan Juli di angka 2,96 persen. Pada bulan Agustus, angkanya turun menjadi 2,61 persen.

Pemkot Palu terus mendorong 46 kelurahan di Kota Palu agar lebih produktif. Setiap wilayah telah ditetapkan sesuai tematik komoditasnya masing-masing.

Follow www.prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks