BANGGAI — Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai Hariadi Bola turun langsung ke lokasi kebakaran di Desa Bolobungkang, Kecamatan Nuhon, bersama jajaran dan tim TAGANA. Kedatangan tim menindaklanjuti instruksi Bupati Banggai Ir. H. Amirudin untuk memberi pelayanan cepat kepada keluarga terdampak.
Rumah yang terbakar ditempati satu keluarga dalam satu Kartu Keluarga, yakni Rahim Sururo (31) sebagai kepala keluarga dan Rahma Umaira Ismail (19). Api muncul dari bagian dalam rumah sesaat setelah salat Magrib dan membesar dengan cepat.
Kerugian Ditaksir Jutaan Rupiah, Tabungan Rp5 Juta Ikut Hangus
Pendataan awal tim di lokasi mencatat sejumlah barang berharga gagal diselamatkan. Mulai dari uang tabungan sekitar Rp5 juta, dua unit telepon seluler, dua unit speaker, kipas angin, lampu sorot, lima stel pakaian, hingga sejumlah perabot rumah tangga.
Kerugian material ditaksir mencapai jutaan rupiah. Keluarga Rahim kehilangan tempat tinggal sekaligus sebagian besar barang milik mereka. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan pihak berwenang. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik.
Bupati Instruksikan Dinsos Bergerak Cepat
Peristiwa kebakaran langsung mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Banggai. Bupati Amirudin menginstruksikan Dinas Sosial memberikan pelayanan dan bantuan bagi keluarga terdampak.
Kehadiran tim Dinsos didampingi Plt. Camat Nuhon Rahman Sangkota bersama Pemerintah Desa Bolobungkang yang dipimpin Kepala Desa Isdal. TAGANA dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) ikut menyerahkan bantuan sekaligus melakukan pendataan kondisi korban.
"Pesan Bupati, pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami musibah. Kami datang bersama tim untuk memberikan dukungan dan membantu meringankan beban keluarga yang terdampak," kata Hariadi Bola.
Bantuan Darurat dan Pemantauan Pascakebakaran
Hariadi menegaskan bantuan pemerintah bukan sekadar penyaluran kebutuhan darurat. Menurutnya, bantuan itu menjadi wujud kehadiran negara saat masyarakat berada dalam situasi sulit.
"Bantuan yang kami salurkan memang tidak dapat mengganti seluruh kerugian yang dialami korban. Tetapi kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga dan memberikan dukungan di tengah kondisi yang sulit," ujarnya.
Dinsos Banggai melalui TAGANA dan Pendamping PKH akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Koordinasi itu untuk memantau kondisi keluarga pascakebakaran.
Hariadi juga mengapresiasi keterlibatan TAGANA, Pendamping PKH, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam penanganan keluarga terdampak.
Imbauan Waspada Kebakaran di Lingkungan Permukiman
Di akhir kunjungan, Hariadi mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia meminta warga memeriksa kompor, listrik, dan peralatan lain sebelum tidur.
"Mari sama-sama menjaga lingkungan agar kejadian seperti ini tidak terulang. Sebelum tidur, pastikan kompor, listrik dan peralatan lainnya sudah diperiksa dan dalam kondisi aman," pungkasnya.
Musibah di Bolobungkang menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap sumber api dan instalasi listrik perlu menjadi perhatian bersama, terutama di lingkungan permukiman padat.