Pencarian

Komisi VII Dorong Kuliner Nusantara Jadi Magnet Wisata Gastronomi Dunia

Kamis, 08 Oktober 2026 • 15:18:31 WIB
Komisi VII Dorong Kuliner Nusantara Jadi Magnet Wisata Gastronomi Dunia
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menilai kuliner Nusantara berpotensi menjadi daya tarik wisata gastronomi dunia.

SULAWESI TENGAH — Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia menilai kekayaan kuliner Nusantara layak dikembangkan menjadi wisata gastronomi kelas dunia. Menurutnya, rendang hingga tempe punya cerita sejarah dan budaya yang bisa menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Dorongan itu muncul seiring peluncuran edisi terbaru Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries Guide 2026.

Chusnunia menyampaikan pandangan itu dalam keterangannya di Jakarta. Ia menekankan wisata gastronomi bukan sekadar menjadikan makanan sebagai tujuan perjalanan. Lebih dari itu, pengunjung diajak memahami sejarah, asal-usul, seni penyajian, serta cerita budaya di balik sebuah hidangan.

Bukan Sekadar Cita Rasa

"Selain soal cita rasa, kekayaan sejarah dan budaya yang melatarbelakangi sebuah hidangan menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata gastronomi Indonesia," kata Chusnunia.

Ia lantas merujuk sejumlah negara yang lebih dulu sukses menggarap sektor ini. Jepang, Thailand, Prancis, Spanyol, dan Peru disebutnya sebagai contoh nyata.

Jepang punya washoku, budaya makan tradisional yang masuk Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO sejak 2013. Thailand mengandalkan program "Kitchen of the World". Sementara Prancis menjadikan tradisi gastronomi sebagai bagian identitas dan daya tarik pariwisatanya.

Modal Indonesia: Rendang hingga Tempe

Menurut Chusnunia, negara-negara tersebut berhasil mengubah kuliner lokal menjadi daya tarik wisata utama. Efeknya, jutaan turis datang setiap tahun.

"Negara-negara tersebut berhasil mengubah kuliner lokal menjadi daya tarik wisata utama yang mendatangkan jutaan turis setiap tahunnya dan Indonesia juga tidak hanya memiliki banyak potensi wisata gastronomi yang juga menghadirkan cerita, pengalaman budaya, serta keberlanjutan sumber pangan lokal," ujarnya.

Ia menilai kekayaan kuliner Nusantara, termasuk rendang dan tempe, adalah modal besar untuk mengembangkan wisata gastronomi. Keduanya bukan cuma soal rasa, tapi juga jejak budaya dan keberlanjutan pangan lokal.

Panduan Kuliner untuk Wisatawan

Chusnunia mendukung langkah pemerintah mengembangkan Indonesia Gourmet Guide dan Indonesia Local Eateries Guide. Dua panduan ini memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara menemukan ragam kuliner Indonesia, dari restoran kontemporer sampai tempat makan lokal.

Kementerian Pariwisata meluncurkan edisi terbaru kedua panduan itu dalam rangkaian Wonderful Indonesia Gastronomy 2026. Indonesia Gourmet Guide memuat 150 restoran dari berbagai wilayah Indonesia. Sementara Indonesia Local Eateries Guide memperkenalkan 150 tempat makan lokal dari berbagai daerah.

Jejak Literatur Kuliner sebagai Modal

Chusnunia juga menyoroti rekam jejak literatur kuliner Indonesia yang dinilainya kaya. Ia menyebut catatan resep RA Kartini, buku masak Nyonya Belanda, hingga buku resep kepresidenan Mustika Rasa (1967) yang memuat 1.685 resep Nusantara.

"Indonesia memiliki rekam jejak literatur kuliner yang kaya, mulai dari catatan resep RA Kartini, buku masak Nyonya Belanda, hingga buku resep kepresidenan Mustika Rasa (1967) yang memuat 1.685 resep Nusantara. Kekayaan gastronomi Indonesia menjadi modal besar untuk menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara, saatnya kuliner Nusantara mendunia," katanya.

Bagi traveler yang ingin menjajal wisata gastronomi, dua panduan tersebut bisa jadi titik awal. Informasi terkini soal daftar restoran dan tempat makan lokal dapat dicek langsung lewat kanal resmi Kementerian Pariwisata.

Follow www.prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks