Pencarian

33 Karhutla Landa Sulteng Sepanjang Januari-Agustus 2026, BPBD Sebut El Nino Kuat Picu Kekeringan

Selasa, 11 Agustus 2026 • 16:49:01 WIB
33 Karhutla Landa Sulteng Sepanjang Januari-Agustus 2026, BPBD Sebut El Nino Kuat Picu Kekeringan
Personel gabungan memadamkan api yang membakar lahan kering di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

PALU — Fenomena El Nino yang menguat membuat sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah dilanda kekeringan berkepanjangan. Dampaknya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng mencatat 33 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah ditangani sejak Januari hingga Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto mengatakan, kondisi kekeringan sebenarnya sudah berlangsung sejak awal tahun. Namun, penyebarannya tidak merata karena masih ada daerah yang mengalami musim hujan.

"Karhutla ini memang terjadi akibat fenomena El Nino yang sudah dalam kondisi sangat kuat. Kurang lebih dua minggu terakhir hujan sangat kecil, khususnya di Sulawesi Tengah secara keseluruhan," ujarnya di Palu, Selasa.

Wilayah Terdampak dan Titik Rawan Kebakaran

Memasuki akhir Juli hingga awal Agustus, kondisi semakin kritis. Hujan mulai sangat minim di hampir seluruh kabupaten, membuat vegetasi dan lahan kering menjadi mudah terbakar.

BPBD mencatat karhutla tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Tojo Una-Una, Parigi Moutong, Banggai, Poso, dan Banggai Kepulauan. Lokasi kebakaran umumnya berada di kawasan hutan maupun kebun masyarakat yang sulit dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar.

Tim Gabungan Dikerahkan, Angin Kering Mempercepat Api Meluas

Setiap laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan peralatan pemadaman ke lokasi. Penanganan dilakukan cepat agar api tidak meluas ke kawasan permukiman.

Dalam penanganannya, BPBD berkolaborasi bersama TNI, Polri, Damkar, serta instansi terkait. Sinergi lintas instansi ini menjadi kunci untuk mempercepat pengendalian kebakaran.

Asbudianto mengingatkan bahaya angin kering yang mempercepat perambatan api. "Kami mengharap masyarakat lebih berhati-hati lagi karena memang kondisi alam yang sangat berbahaya dengan kebakaran ini. Karena adanya angin kering sehingga rumput, hutan, itu mudah sekali terbakar," katanya.

Imbauan Gubernur dan Larangan Bakar Sembarangan

Pemerintah provinsi telah meningkatkan upaya pencegahan dengan mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat. Gubernur Sulteng disebut telah berkali-kali menekankan pentingnya pencegahan karhutla di tengah cuaca kering.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan maupun membuang puntung rokok di area rawan. Langkah ini dinilai krusial mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar November 2026.

Lapor Cepat Lewat SiGANA

BPBD Sulteng meminta warga segera melaporkan kejadian kebakaran ataupun bencana hidrometeorologi lainnya melalui Sistem Informasi Tanggap Bencana (SiGANA). Laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

Follow www.prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks