SIGI — Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dipastikan mulai berjalan pada Oktober 2026. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menargetkan sekolah tersebut sudah bisa menerima siswa baru pada tahun ajaran berikutnya.
"Insyaallah bulan Oktober sudah tender sehingga Sekolah Rakyat itu tahun depan sudah melakukan penerimaan siswa baru," kata Rizal saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi, Senin.
Lahan 8 Hektare di Desa Pombewe
Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat berada di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, dengan total luas lahan mencapai 8 hektare. Area tersebut akan dilengkapi sarana prasarana olahraga yang bisa dimanfaatkan siswa maupun masyarakat setempat.
Prioritas untuk Keluarga Desil 1 dan 2
Rizal menegaskan penerimaan siswa baru akan diprioritaskan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem. Ia telah memerintahkan Dinas Sosial untuk memeriksa data warga terkait desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.
"Sebab hanya mereka yang terdaftar dalam DSTEN kategori miskin dan miskin ekstrem yang bisa bersekolah di Sekolah Rakyat," ucapnya.
Total Daya Tampung Mencapai 2.160 Siswa
Ke depan, Sekolah Rakyat di Sigi direncanakan menerima siswa baru hingga 2.160 anak. Rizal berharap pembangunan dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat agar program berjalan optimal.
Untuk wilayah Sulawesi Tengah, terdapat beberapa kabupaten yang mendapatkan bantuan pembangunan Sekolah Rakyat, yakni Buol, Sigi, Tojo Una-una, dan satu lainnya di tingkat provinsi.
SRMP 22 Sigi Jadi Sekolah Rakyat Pertama di Sulteng
Sekolah Rakyat pertama di Sulawesi Tengah adalah SRMP 22 Sigi yang berada di kawasan Sentra Nipotowe, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru. Saat ini, total rombongan belajar di kawasan tersebut sebanyak 2 kelas dengan masing-masing rombel berjumlah 25 siswa.