BANGGAI — Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai Hariadi Bola bersama jajarannya mendorong perubahan pola pelayanan sosial dari sekadar administrasi menjadi pendekatan langsung ke masyarakat. Arahan ini menindaklanjuti instruksi Bupati Banggai Amirudin mengenai pentingnya pelayanan yang berorientasi pada warga.
Hariadi menegaskan aparatur tidak seharusnya menunggu masyarakat datang ke kantor. Petugas perlu membangun komunikasi aktif, mengenali persoalan di lapangan, dan menindaklanjuti kebutuhan warga sesuai tugas serta kewenangannya.
Mengapa Pendekatan Langsung ke Warga Jadi Kunci
Prinsip tersebut sejalan dengan arahan Bupati Amirudin yang mengingatkan bahwa pemerintah harus hadir untuk melayani masyarakat, bukan justru meminta dilayani. Bagi Dinas Sosial, pendekatan langsung menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas pelayanan.
Namun, kehadiran di lapangan juga perlu diikuti ketepatan pendataan dan koordinasi yang efektif. Penyaluran bantuan harus mengikuti persyaratan yang berlaku agar tidak menyimpang dari tujuan awal program.
Ketepatan Sasaran Jadi Tolok Ukur Keberhasilan
Ketepatan sasaran menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan program bantuan sosial. Data penerima harus menjadi perhatian utama agar bantuan menjangkau warga yang memenuhi kriteria.
Pelayanan yang humanis perlu dibarengi dengan tanggung jawab aparatur dalam menindaklanjuti persoalan warga. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan perhatian, tetapi juga memperoleh kepastian mengenai proses pelayanan yang menjadi haknya.
Koordinasi dan Akuntabilitas Diperkuat
Dinas Sosial Kabupaten Banggai diharapkan terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan agar program sosial semakin efektif, transparan, dan akuntabel.
Ukuran keberhasilan pelayanan bukan sekadar kegiatan yang terlaksana atau bantuan yang tersalurkan. Tolok ukur utamanya adalah ketepatan penerima, kesesuaian dengan ketentuan, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.