Kemensos dan Sari Roti Beri Modal 417 KPM PKH Jadi Penjual Roti Keliling di DIY-Jateng

Penulis: Budi Santoso  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 22:47:01 WIB
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melepas 100 KPM PKH sebagai penjual roti keliling di Klaten, Selasa (30/6).

SULAWESI TENGAH — Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melepas 100 keluarga penerima manfaat (KPM) PKH sebagai penjual roti keliling di halaman Grha Bung Karno, Klaten, Selasa (30/6). Pelepasan ini menjadi tanda dimulainya program pemberdayaan yang menggandeng PT Sari Roti untuk 417 KPM di wilayah DIY dan Jawa Tengah.

“Ini awal kita menyeberangi jembatan emas. Yang kemarin belum mandiri, mudah-mudahan setelah kolaborasi dengan Sari Roti dan Kemensos ini bisa mandiri,” kata Agus Jabo dalam sambutannya.

Agus menyebut program ini sebagai langkah awal untuk mengentaskan warga dari jurang kemiskinan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia berpesan agar para penerima tidak mudah menyerah dan terus berkonsultasi dengan pendamping PKH jika menemui kendala di lapangan.

Pinjaman Aset dan Sistem Komisi di Tiga Bulan Pertama

Regional Manager PT Sari Roti, Andi Bramantya Saputra, menjelaskan bahwa pada tahap awal perusahaan menyediakan pinjaman aset untuk menunjang penjualan. KPM yang tidak memiliki kendaraan bermotor akan mendapat sepeda, sementara yang sudah memiliki motor akan diberikan box khusus.

“Ini prosesnya, ini selamanya akan kita pinjamkan. Jadi nanti ada proses ketika aset itu rusak, nanti akan diganti dengan yang baru,” ujar Andi.

Selama tiga bulan pertama, sistem yang digunakan adalah komisi bagi hasil, baik harian maupun bulanan. Setelah masa itu, skema akan berubah menjadi penggajian yang saat ini masih dalam proses diskusi antara Kemensos dan PT Sari Roti. Sebelum turun ke lapangan, setiap KPM juga akan menjalani pelatihan dan pendampingan dari tim perusahaan.

Filterisasi: Tak Semua Jadi Penjual Keliling

Andi menambahkan, tidak semua KPM akan ditempatkan sebagai penjaja roti keliling atau howker. Pihaknya melakukan filterisasi berdasarkan kemampuan dan latar belakang masing-masing penerima.

“Misalkan ada KPM yang pendidikannya mumpuni, itu nanti akan kita rekrut menjadi salesman eksekutif di distributor. Kemudian ada ibu-ibu yang tidak bisa bergerak luas, itu nanti ada UMKM roti olahan Sari Roti,” ungkapnya.

Skema ini, menurut Andi, dirancang agar seluruh penerima benar-benar berdaya sesuai potensi masing-masing, bukan sekadar menjadi tenaga penjual di jalanan.

Pendampingan Berkelanjutan Jadi Kunci

Agus Jabo menekankan bahwa peran pendamping PKH sangat krusial dalam program ini. Ia meminta para pendamping untuk terus memonitor perkembangan usaha para KPM dan menjadi tempat konsultasi jika ada masalah.

“Yang penting usaha, semangat. Yang namanya usaha itu tantangannya macam-macam, tidak boleh menyerah. Kalau ada masalah, nanti konsultasi dengan pendamping,” kata Agus.

Acara peluncuran di Klaten turut dihadiri Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur, dan jajaran manajemen PT Sari Roti. Program ini menjadi salah satu bentuk intervensi Kemensos yang tidak hanya memberikan bansos tunai, tetapi juga akses pada rantai pasok industri untuk mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top