SULAWESI TENGAH — Konflik antara kubu Gianni Infantino dan tiga konfederasi regional memasuki babak baru. Alih-alih sekadar menuntut evaluasi, Uefa, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) kini bergerak menyusun cetak biru sistem baru untuk menjalankan sepak bola dunia — sebuah kerangka yang secara tersirat menolak model patronase yang dianggap melekat sejak Infantino menggantikan Sepp Blatter satu dekade lalu.
Sumber yang mengetahui langsung diskusi tersebut mengungkapkan kepada The Guardian bahwa ketiga konfederasi tengah menyusun dokumen kebijakan yang mempertanyakan hal-hal mendasar: apa peran presisi Fifa, bagaimana struktur organisasi seharusnya dibentuk, dan model tata kelola apa yang ideal. Distribusi keuangan antar asosiasi anggota juga masuk agenda utama, terutama soal pemanfaatan dana cadangan Fifa yang diperkirakan mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp74 triliun.
Ancaman Boikot dan Skenario Tandingan
Jika Infantino menolak berdialog, kerangka baru ini berpotensi diadopsi penantangnya pada pemilihan presiden tahun depan. Bahkan, dokumen tersebut bisa menjadi cetak biru organisasi tandingan jika perpecahan tak terhindarkan.
Tekanan semakin nyata setelah pernyataan bersama yang dirilis Senin lalu menuntut "kepemimpinan yang melayani sepak bola, bukan memerintahnya". Ketiga konfederasi juga telah memulai diskusi awal tentang kompetisi alternatif bila kebuntuan dengan pimpinan Fifa berlanjut.
Salah satu ujian terdekat adalah Piala Dunia Wanita U-20 bulan depan. Uefa menegaskan anggota-anggotanya akan memboikot turnamen tersebut kecuali Fifa bergerak cepat membentuk tinjauan independen atas kasus penjualan saham Piala Dunia dan memberikan jaminan hukum bahwa langkah serupa tak akan terulang.
Montagliani Kandidat Penantang, Ceferin Solidifikasi Sikap
Presiden Concacaf Victor Montagliani sejauh ini dipandang sebagai kandidat terkuat untuk menantang Infantino. Namun, ia menegaskan fokusnya saat ini adalah memenangkan pemilihan kembali sebagai presiden konfederasi Amerika Utara dan Tengah tahun depan.
Pernyataan bersama Senin lalu dinilai banyak pihak menggemakan pidato Montagliani di Kongres Fifa di Vancouver tahun ini. "Terus terang, kepemimpinan bukan tentang kekuasaan," ujarnya kala itu.
Di Salzburg, Austria, para petinggi sepak bola Eropa mulai berkumpul menjelang final Piala Super Uefa, Rabu. Presiden Uefa Aleksander Ceferin dijadwalkan bertemu Nasser al-Khelaifi, ketua Asosiasi Klub Eropa, untuk memperkuat posisi bersama Eropa dalam menuntut perubahan di pucuk pimpinan Fifa.
Uefa tetap pada pendiriannya memboikot kompetisi Fifa karena hingga kini belum menerima jaminan yang diinginkan terkait tidak terulangnya masalah yang memicu krisis saat ini. Pekan lalu, rencana Infantino menjual 21% hak komersial Piala Dunia memicu kemarahan luas karena dinilai mengabaikan transparansi dan akuntabilitas.