SULAWESI TENGAH — Penurunan muka air Sungai Mahakam menjadi momok bagi kelancaran logistik menuju Mahakam Ulu. Wilayah yang secara geografis bergantung pada transportasi sungai ini kini menghadapi tantangan besar, terutama untuk mengirim BBM ke Kecamatan Long Apari yang akses jalannya belum tersambung penuh dari Long Bagun.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengakui situasi ini tidak mudah. Pihaknya terus memantau stok di Fuel Terminal Samarinda dan mengatur jadwal penyaluran secara situasional mengikuti kondisi muka air sungai.
"Kami memahami kebutuhan masyarakat di Mahakam Ulu dan berupaya memastikan penyaluran BBM tetap berjalan dengan baik. Di tengah kondisi akses yang terdampak, Pertamina melakukan pengaturan distribusi dan koordinasi secara intensif agar stok yang tersedia dapat disalurkan secara optimal sesuai kondisi jalur dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah," jelas Edi dalam keterangan resminya, Selasa (11/8).
Langkah antisipasi ini mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda, Senin (10/8). Forum itu dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Pertamina, Bulog, serta perwakilan pengelola SPBU setempat.
Pembahasan difokuskan pada strategi bersama menjaga distribusi BBM dan kebutuhan pokok masyarakat. Pertemuan itu juga menjadi ajang sinkronisasi data stok dan kondisi lapangan terkini antara pemerintah dan badan usaha.
Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, BBM saat ini masih tersedia di sejumlah lembaga penyalur di Mahakam Ulu. Namun, pengiriman ke Long Apari menjadi perhatian utama karena armada masih mengandalkan kapal yang harus melewati alur sungai yang dangkal.
Kecamatan Long Apari berada di ujung hulu Sungai Mahakam. Jalur darat dari Long Bagun ke wilayah tersebut belum tersambung penuh, sehingga sungai menjadi satu-satunya andalan transportasi. Ketika debit air turun, kapal pengangkut BBM terpaksa mengurangi muatan atau menunggu pasang.
Kondisi ini otomatis menaikkan biaya logistik. Pertamina tidak membeberkan besaran kenaikan biaya, tetapi memastikan pengaturan distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan mobilisasi dan kebutuhan riil masyarakat di tiap kecamatan.
"Kami terus memonitor stok dan kondisi jalur distribusi secara berkala. Bersama seluruh pihak terkait, distribusi BBM terus dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat di Mahakam Ulu tetap terlayani," kata Edi.
Di tengah kondisi ini, Pertamina meminta masyarakat mengonsumsi BBM secara bijak. Pembelian sesuai kebutuhan dan pemakaian yang tepat sasaran dinilai bisa membantu kelancaran penyaluran ke seluruh pelosok Mahakam Ulu.
Masyarakat yang membutuhkan informasi layanan atau ingin melaporkan kendala distribusi dapat menghubungi Pertamina Customer Solutions di nomor 135, email [email protected], atau media sosial @pertamina135.
Musim kemarau tahun ini memang menjadi ujian bagi ketahanan logistik di Kalimantan Timur. Dengan koordinasi yang terus berjalan, Pertamina optimistis pasokan BBM ke Mahakam Ulu tetap terjaga hingga kondisi jalur kembali normal.