Pencarian

Sekjen PBB Peringatkan Konsekuensi Bencana Jika Konflik Iran-AS Kembali Pecah di Teluk

Kamis, 09 Juli 2026 • 10:36:01 WIB
Sekjen PBB Peringatkan Konsekuensi Bencana Jika Konflik Iran-AS Kembali Pecah di Teluk
Sekjen PBB mengingatkan risiko bencana jika konflik Iran-AS di Teluk kembali memanas.

SULAWESI TENGAH — Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers di New York, Rabu (9/7), menyatakan kekhawatiran mendalam atas eskalasi militer di Teluk. Menurutnya, insiden dalam 24 jam terakhir berpotensi menggagalkan kemajuan diplomatik yang telah dibangun antara Washington dan Tehran.

Ancaman bagi Ekonomi Global dan Jalur Energi

Dujarric menegaskan bahwa konfrontasi terbuka tidak hanya mengancam keselamatan warga sipil di kawasan, tetapi juga stabilitas ekonomi internasional. "Kembalinya permusuhan skala penuh akan memiliki konsekuensi bencana bagi rakyat di kawasan itu dan bagi perdamaian dan keamanan internasional serta bagi komunitas global, ekonomi global secara keseluruhan," kata Dujarric.

Selat Hormuz menjadi pusat perhatian dalam eskalasi ini. Selat tersebut merupakan jalur perdagangan energi paling vital di dunia, mengangkut sebagian besar ekspor minyak dan gas alam cair global dari negara-negara produsen Teluk. Setiap gangguan di titik ini langsung berimbas pada harga energi dunia dan rantai pasok.

Seruan Gencatan Senjata dan Negosiasi Ulang

Sekjen PBB menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal. "Hindari tindakan eskalasi lebih lanjut, dan segera ambil langkah-langkah untuk meredakan ketegangan," ujar Dujarric mengutip pernyataan Guterres.

Guterres juga mengingatkan kewajiban semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, terutama dalam hal perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil, serta penghormatan terhadap hak dan kebebasan navigasi di perairan internasional.

Diplomasi sebagai Satu-Satunya Jalan Keluar

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara Tehran dan Washington telah berakhir. Di sisi lain, Iran melancarkan serangan terhadap tiga kapal tanker di Selat Hormuz sebagai bagian dari eskalasi terbaru.

Dalam situasi yang semakin genting ini, Sekjen PBB mendesak Iran dan AS untuk segera kembali ke meja negosiasi. "Kami tetap berkomitmen untuk mendukung semua upaya mencegah kembalinya konflik, memulihkan stabilitas, dan memajukan solusi komprehensif dan berkelanjutan untuk konflik ini," kata Dujarric.

Peringatan PBB ini menjadi sinyal bahwa komunitas internasional mulai khawatir terhadap potensi perang terbuka yang dapat mengguncang pasar energi dan keamanan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan. Belum ada respons resmi dari Kedutaan Besar AS maupun Perwakilan Iran di PBB terkait pernyataan Guterres hingga berita ini diturunkan.

Follow www.prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks